<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rb09TriKaHaSdaMaReTa's Blog</title>
	<atom:link href="http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2009 08:02:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rb09TriKaHaSdaMaReTa's Blog</title>
		<link>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/osd.xml" title="Rb09TriKaHaSdaMaReTa&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sejarah Jurnalistik</title>
		<link>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/sejarah-jurnalistik/</link>
		<comments>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/sejarah-jurnalistik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 07:38:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/sejarah-jurnalistik/</guid>
		<description><![CDATA[Pada mulanya jurnalistik hanya mengelola hal-hal yang sifatnya informatif saja. Itu terbukti pada Acta Diurna sebagai produk jurnalistik pertama pada zaman Romawi Kuno, ketika kaisar Julius Caesar berkuasa. Sekilas tentang pengertian dan perkembangan jurnalistik, Assegaff sedikit menceritakan sedikit sejarah. Bahwa jurnalistik berasal dari kata Acta Diurna, yang terbit di zaman Romawi, dimana berita-berita dan pengumuman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=113&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada mulanya jurnalistik hanya mengelola hal-hal yang sifatnya informatif saja. Itu terbukti pada Acta Diurna sebagai produk jurnalistik pertama pada zaman Romawi Kuno, ketika kaisar Julius Caesar berkuasa.</p>
<p>Sekilas tentang pengertian dan perkembangan jurnalistik, Assegaff sedikit menceritakan sedikit sejarah. Bahwa jurnalistik berasal dari kata Acta Diurna, yang terbit di zaman Romawi, dimana berita-berita dan pengumuman ditempelkanatau dipasang di pusat kota yang di kala itu disebut Forum Romanum. Namun asal kata jurnalistik adalah “Journal” atau “Du jour” yang berarti hari, di mana segala berita atau warta sehari itu termuat dalam lembaran tercetak. Karena kemajuan teknologi dan ditemukannyapencetakan surat kabar dengan system silinder (rotasi), maka istilah “pers muncul”, sehingga orang lalu mensenadakan istilah “jurnalistik” dengan “pers”.</p>
<p>Sejarah yang pasti tentang jurnalistik tidak begitu jelas sumbernya, namun yang pasti jurnaliatik pada dasarnya sama yaitu diartikan sebagai laporan. Dan dari pengertian ada beberapa versi. Kalau dalam dari sejarah Islam cikal bakal jurnalistik yang pertama kali didunia adalah pada zaman Nabi Nuh.</p>
<p>Suhandang dalam bukunya juga menerangkan sejarah Nabi Nuh teerutama dalam menyinggung tentang kejurnalistikan. Dikisahkan bahwa pada waktu itu sebelum Allah SWT menurunkan banjir yang sangat hebatkepada kaum yang kafir, maka datanglah maiakat utusan Allah SWT kepada Nabi Nuh agar ia memberitahukan cara membuat kapal sampai selesai. Kapal yang akan dibuatnya sebagai alat untuk evakuasi Nabi Nuh beserta sanak keluarganya, seluruh pengikutnya yang shaleh dan segala macam hewan masing-masing satu pasang. Tidak lama kamudian, seusainya Nabi Nuh membuat kapal, hujan lebat pun turun berhari-hari tiada hentinya. Demikian pula angin dan badai tiada henti, menghancurkan segala apa yang ada di dunia kecuali kapal Nabi Nuh. Dunia pun dengan cepat menjadi lautan yang sangat besar dan luas. Saat itu Nabi Nuh bersama oranng-orang yang beriman lainnya dan hewan-hewan itu telah naik kapal, dan berlayar dengan selamat diatas gelombang lautan banjir yang sangat dahsyat.</p>
<p>Hari larut berganti malam, hingga hari berganti hari, minggu berganti minggu. Namun air tetap menggenang dalam, seakan-akan tidak berubah sejak semula. Sementara itu Nabi Nuh beserta lainnya yang ada dikapal mulai khawatir dan gelisah karena persediaan makanan mulai menipis. Masing-masing penumpang pun mulai bertanya-tanya, apakah air bah itu memang tyidak berubah atau bagaimana? Hanya kepastian tentang hal itu saja rupanya yang bisa menetramkan karisuan hati mereka. Dengan menngetahui situasi dan kondisi itu mereka mengharapkan dapat memperoleh landasan berfikir untuk melakukan tindak lanjut dalam menghadapi penderitaanya, terutama dalam melakukan penghematan yang cermat.</p>
<p>Guna memenuhi keperluan dan keinginan para penumpang kapalnya itu Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk meneliti keadaan air dan kemungkinan adanya makanan. Setelah beberapa lama burung itu terbang mengamati keadaan air, dan kian kemari mencari makanan, tetapi sia-sia belaka. Burung dara itu hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun (olijf) yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pun di patuknya dan dibawanya pulang ke kapal. Atas datangnya kembali burung itu dengan membawa ranting zaitun. Nabi Nuh mengambil kesimpulan bahwa air bah sudah mulai surut, namun seluruh permukaan bumi masih tertutup air, sehingga burung dara itu pun tidak menemukan tempat untuk istirahat demikianlah kabar dan berita itu disampaikan kepada seluruh anggota penumpangnya.</p>
<p>Atas dasar fakta tersebut, para ahli sejarah menamakan Nabi Nuh sebagai seorang pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) yang pertama kali di dunia. Bahkan sejalan dengan teknik-teknik dan caranya mencari serta menyiarkan kabar (warta berita di zaman sekarang dengan lembaga kantor beritannya). Mereka menunjukan bahwa sesungguhnya kantor berita yang pertama di dunia adalah Kapal Nabi Nuh.</p>
<p>Data selanjutnya diperolah para ahli sejarah negara Romawi pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi (Imam Agung) mencatat segala kejadian penting yang diketahuinya pada annals (papan tulis yang digantungkan di serambi rumahnya). Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya.</p>
<p>Pengumuman sejenis itu dilanjutkan oleh Julius Caesar pada zaman kejayaannya. Caesar mengumumkan hasil persidangan senat, berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya, dengan jalan menuliskannya pada papan pengumuman berupa papan tulis pada masa itu. (60 SM) dikenal dengan acta diurna dan diletakkan di Forum Romanum (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum. Terhadap isi acta diurna tersebut setiap orang boleh membacanya, bahkan juga boleh mengutipnya untuk kemudian disebarluaskan dan dikabarkan ke tempat lain.</p>
<p>Baik hikayat Nabi Nuh menurut keterangan Flavius Josephus maupun munculnya acta diurna belum merupakan suatu penyiaran atau penerbitan sebagai harian, akan tetapi jelas terlihat merupakan gejala awal perkembangan jurnalistik. Dari kejadian tersenut dapat kita ketahui adanya suatu kegiatanyang mempunyai prinsip-prinsip komunikasi massa pada umumnya dan kejuruan jurnalistik pada khususnya. Karena itu tidak heran kalau Nabi Nuh dikenal sebagai wartawan pertama di dunia. Demikian pula acta diurna sebagai cikal bakal lahirnya surat kabar harian.</p>
<p>Seiring kemajuan teknologi informasi maka yang bermula dari laporan harian maka tercetak manjadi surat kabar harian. Dari media cetak berkembang ke media elektronik, dari kemajuan elektronik terciptalah media informasi berupa radio. Tidak cukup dengan radio yang hanya berupa suara muncul pula terobosan baru berupa media audio visual yaitu TV (televisi). Media informasi tidak puas hanya dengan televisi, lahirlah berupa internet, sebagai jaringan yang bebas dan tidak terbatas. Dan sekarang dengan perkembangan teknologi telah melahirkan banyak media (multimedia).</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA<br />
Assegaff,<br />
1982, Jurnalistik Masa Kini: Pengantar Ke Praktek Kewartawanan, Jakarta, Ghalia Indonesia.<br />
Muis, A. 1999, Jurnalistik Hukum Komunikasi Massa, Jakarta: PT. Dharu Annutama.<br />
Kasman, Suf. 2004, Jurnalisme Universal: Menelusuri Prinsip-Prinsip Da’wah Bi Al-Qalam dalam Al-Qur’an, Jakarta, Penerbit Teraju<br />
Romli, Asep Syamsul M. 2005, Jurnalistik Terapan: Pedoman Kewartawanan dan Kepenulisan, Bandung, Batic Press<br />
Suhandang, Kustadi. 2004, Penngantar Jurnalistik: Seputar Organisasi, Produk, dan Kode Etik. Bandung, Penerbit Nuansa.<br />
Sumadiria, AS Haris. 2005, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung, Simbiosa Rekatama Media.<br />
Palapah dan Syamsudin. 1994, Diktat “Dasar-dasar Jurnalistik”<br />
[1] Asep Syamsul M. Romli, Jurnalistik Terapan: Pedoman Kewartawanan dan Kepenulisan, Bandung, Batic Press, 2005, hlm. 01.<br />
[2] Suf Kasman, Jurnalisme Universal: Menelusuri Prinsip-Prinsip Da’wah Bi Al-Qalam dalam Al-Qur’an, Jakarta, Penerbit Teraju, 2004, hlm. 22-23<br />
[3] AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung, Simbiosa Rekatama Media, 2005, hlm. 02<br />
[4] Ibid hal, hlm. 03.<br />
[5] Op.cit, Suf Kasman, hlm. 23-24.<br />
[6] AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung, Simbiosa Rekatama Media, 2005, hlm. 2-3<br />
[7] A. Muis, Jurnalistik Hukum Komunikasi Massa, Jakarta: PT. Dharu Annutama. 1999, hlm. 24-25<br />
[8] AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung, Simbiosa Rekatama Media, 2005, hlm. 02.<br />
[9] Ibid.<br />
[10] Suf Kasman, Jurnalisme Universal: Menelusuri Prinsip-Prinsip Da’wah Bi Al-Qalam dalam Al-Qur’an, Jakarta:Penerbit Teraju, 2004, hlm. 23.<br />
[11] Assegaff, Jurnalistik Masa Kini: Pengantar Ke Praktek Kewartawanan, Jakarta:Ghalia Indonesia, 1982, 9-10.<br />
[12] Suhandang, Kustadi., Pengantar Jurnalistik: Seputar Organisasi, Produk, dan Kode Etik. Bandung:Penerbit Nuansa, 2004, hlm. 25-26.<br />
Dian Amalia Mahasiswa Jurnalistik 2006</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=113&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/sejarah-jurnalistik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fa352d4ddf6e3e4b6fa1b9358073b6aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH TERBENTUKNYA FLP</title>
		<link>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/sejarah-terbentuknya-flp/</link>
		<comments>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/sejarah-terbentuknya-flp/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 07:23:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Apakah FLP (Forum Lingkar Pena) itu? Sebuah ‘Pabrik Penulis Cerita’ (Koran Tempo)Forum Lingkar Pena sangat fenomenal. FLP adalah hadiah Tuhan untuk Indonesia (Taufiq Ismail) Dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, jumlah penulis di Indonesia—sebagaimana jumlah pertumbuhan penduduknya–sangat besar. Pada dekade terakhir Indonesia diramaikan oleh munculnya penulis muda berusia di bawah 30 tahun serta maraknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=110&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height:150%;"><span> </span>Apakah FLP (Forum Lingkar Pena) itu? Sebuah ‘Pabrik Penulis Cerita’ (Koran Tempo)Forum Lingkar Pena sangat fenomenal. FLP adalah hadiah Tuhan untuk Indonesia (Taufiq Ismail)</p>
<p style="line-height:150%;"><span> </span>Dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, jumlah penulis di Indonesia—sebagaimana jumlah pertumbuhan penduduknya–sangat besar. Pada dekade terakhir Indonesia diramaikan oleh munculnya penulis muda berusia di bawah 30 tahun serta maraknya pertumbuhan kantong-kantong sastra di Jakarta dan di banyak kota besar lainnya.</p>
<p style="line-height:150%;"><span> </span>Salah satu yang dianggap fenomenal adalah munculnya Forum Lingkar Pena (FLP), tahun 1997. Dalam waktu yang relatif singkat, organisasi yang memiliki cabang di hampir 30 propinsi dan di mancanegara ini telah beranggotakan sekitar 5000 orang, hampir 70% anggotanya adalah perempuan. Dari jumlah ini, 500 diantaranya menulis secara aktif di berbagai media. 500 orang ini berusaha membina 4500 anggota FLP lainnya untuk menjadi penulis pula.</p>
<p style="line-height:150%;"><span> </span>Selama hampir ke dua belas tahun keberadaannya, organisasi penulis ini telah menerbitkan lebih dari 400 buku yang sebagian besar terdiri dari karya sastra serius, fiksi remaja dan cerita anak. Tidak ada orang atau lembaga yang mensponsori FLP. Kemandirian ini memungkinkan FLP menulis sesuai kata hati. Koran Tempo, salah satu media paling berwibawa di Indonesia, menyebut FLP sebagai sebuah ‘Pabrik Penulis Cerita’!</p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong>Sejarah Berdirinya FLP</strong></p>
<p style="line-height:150%;"><span> </span>Tahun 1997 saya, Asma Nadia, Muthmainnah serta beberapa teman dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia bertemu di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Universitas Indonesia. Pertemuan berlanjut dengan diskusi tentang minat membaca dan menulis di kalangan para remaja Indonesia. Percakapan tersebut sampai pada kenyataan semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan bacaan yang bermutu. Di sisi lain sebenarnya cukup banyak anak muda yang mau berkiprah di bidang penulisan, tetapi potensi mereka kerap tak tersalurkan atau intensitas menulis masih rendah, di antaranya karena tiadanya pembinaan untuk peningkatan kualitas tulisan. Lebih dari itu, semua yang hadir menyadari betapa efektifnya menyampaikan gagasan melalui tulisan.</p>
<p style="line-height:150%;"><span> </span>Akhirnya yang hadir sepakat untuk membentuk organisasi penulis. Maka pada tanggal 22 Februari 1997 berdirilah Forum Lingkar Pena, sebagai badan otonom Yayasan Prima , dan saya terpilih sebagai Ketua Umum. Saat itu anggotanya tak lebih dari 30 orang saja. Kami pun mengadakan acara rutin pekanan dan bulanan berkaitan tentang penulisan untuk anggota, dengan mengundang pakar di bidang tersebut. Kami mengadakan bengkel penulisan secara kecil-kecilan dan merekrut anggota baru.</p>
<p style="line-height:150%;"><span> </span>Tahun 1998, seorang penulis muda dari Kalimantan Timur: Muthi Masfufah, mendirikan FLP Wilayah Kalimantan Timur yang berpusat di Bontang serta cabangnya di Samarinda, Balik Papan, Tenggarong dan kemudian Sangata. Inilah kepengurusan wilayah pertama dalam sejarah FLP. Pada tahun 1999, mulai banyak permintaan dari daerah, untuk membentuk kepengurusan FLP di tiap propinsi.</p>
<p style="line-height:150%;"><span> </span>Majalah Annida—sebuah majalah fiksi Islami bertiras hampir seratus ribu eksemplar perbulan—yang saya pimpin, menjadi salah satu sarana bagi munculnya karya-karya anggota FLP. Majalah tersebut juga membuat rubrik khusus berisi info FLP dan menjadi sarana merekrut anggota baru. Yang mengejutkan, lebih dari 2000 orang mendaftar menjadi anggota melalui Annida. Ditambah lagi, sampai tahun 2003, berdasarkan masukan dari tiap wilayah, tak kurang dari 3000 orang telah mendaftarkan diri pula melalui berbagai acara yang digelar oleh perwakilan-perwakilan FLP di seluruh Indonesia dan mancanegara.</p>
<p style="line-height:150%;"><span> </span>Dari jumlah itu, sekitar 500 adalah penulis aktif. Mereka tinggal di lebih dari 100 kota di Indonesia. Banyak di antara mereka meraih penghargaan dalam berbagai lomba penulisan tingkat propinsi, nasional bahkan internasional. Sekitar 75% penulis majalah Annida, bergabung dalam FLP. Lalu ada pula sekitar 200 pengelola dan penulis buletin atau media kampus. Kebanyakan anggota FLP adalah pelajar dan mahasiswa. Ada juga pegawai negeri, karyawan swasta, buruh, ibu rumah tangga, guru, petani, dan lain-lain.</p>
<p style="line-height:150%;"><span> </span>FLP adalah organisasi inklusif. Keanggotaannya terbuka bagi siapa saja tanpa memandang ras maupun agama. Mayoritas anggota FLP memang muslim, namun tingkat pemahaman keislaman mereka tidak seragam. Banyak pula non muslim yang bergabung. Meski demikian para anggota FLP memiliki niat yang sama: membagi seberkas cahaya bagi para pembaca dan menganggap kegiatan menulis adalah bagian dari ibadah.</p>
<p style="line-height:150%;"><span> </span>Anggota FLP termuda saat ini berusia 4 tahun dan tertua 69 tahun. “Muda” dalam FLP lebih ditekankan pada aspek semangat, bukan usia, meski kebanyakan anggota FLP memang berusia sekitar 15-25 tahun. Namun sejak awal tahun 2004, beberapa FLP wilayah, sebut saja DKI, Jawa Barat dan Kaltim membuka khusus “FLP Kids” untuk anak berusia 6-12 tahun.</p>
<p style="line-height:150%;">Banyak penulis muda dan calon penulis yang kemudian menjadi pengurus FLP di tingkat propinsi pada masa awal Sementara di daerah-daerah yang belum ada kepengurusan, selalu terdapat koresponden FLP.</p>
<p style="line-height:150%;"><span> </span>Hampir berbarengan dengan itu teman-teman yang tengah melanjutkan pendidikan atau tinggal di luar negeri banyak pula yang bersedia untuk membuka kepengurusan FLP atau paling tidak menjadi koresponden FLP di negara tersebut seperti Muthmainnah (Inggris), A Rifanti (Amerika Serikat), Hadi Susanto (Belanda), Ikhwan Arifin (Sudan), Ummu Itqon (Canada), Ali Ghozali (Sudan), Femina Sagita (Jepang), Sera Revalina (Singapura), Ahmad Muhajir (Korea), Lulu Naning (Pakistan), dan banyak lagi yang lainnya (masih dalam tahap konsolidasi). Habiburahman Saerozy dan Fera Andriani Jakfar (Mesir) bahkan membentuk kepengurusan FLP Mesir dan sering bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Organisasi Satuan (istilah lain untuk cabang –penulis) Mesir. Yang lebih mengharukan, para TKW Indonesia di Hongkong, mendirikan pula FLP Hongkong, 16 Februari 2004 lalu. Hampir semua anggotanya adalah pembantu rumah tangga, kecuali beberapa orang saja. Kini mereka tengah mempersiapkan antologi cerpen bersama yang mengangkat persoalan buruh migran perempuan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=110&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/sejarah-terbentuknya-flp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fa352d4ddf6e3e4b6fa1b9358073b6aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menajamkan Peran Pers Islam</title>
		<link>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/menajamkan-peran-pers-islam/</link>
		<comments>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/menajamkan-peran-pers-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 07:12:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Maka dalam menajamkan peran pers Islam, setidaknya harus dilakukan langkah-langkah berikut: 1.Memberikan pemahaman pada kaum muslimin akan perang pemikiran yang dilancarkan musuh-musuh Islam untuk membinasakan Islam. 2.Menyadarkan kaum muslimin akan peran strategis pers dalam membentuk pemahaman umum, dan lemahnya pers Islam kini. 3.Meningkatkan kemampuan kaum muslimin dalam menulis, mengelola pers dan menciptakan inovasi-inovasi dalam dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=106&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maka dalam menajamkan peran pers Islam, setidaknya harus dilakukan langkah-langkah berikut:<br />
1.Memberikan pemahaman pada kaum muslimin akan perang pemikiran yang dilancarkan musuh-musuh Islam untuk membinasakan Islam.<br />
2.Menyadarkan kaum muslimin akan peran strategis pers dalam membentuk pemahaman umum, dan lemahnya pers Islam kini.<br />
3.Meningkatkan kemampuan kaum muslimin dalam menulis, mengelola pers dan menciptakan inovasi-inovasi dalam dunia jurnalistik.<br />
4.Mengajak seluruh komponen umat untuk bekerjasama menajamkan peran pers untuk dakwah Islam, bagi yang mampu mendanai memberikan bantuan finansial, bagi pemerintah memberikan kemudahan dan fasilitas yang memadai dan bagi insan pers muslim berusaha keras untuk melawan dominasi news dan views Barat.<br />
5.Dimulai dari yang kecil, dimulai saat ini, tapi mari kita mulai bersama-sama.<br />
InsyaALlah, jika hal tersebut dipahami dan dilakukan kaum muslimin, maka perisai kita akan sanggup menghadapi tebasan senjata pers Barat.<br />
Parameter Keberhasilan<br />
Karakteristik ideal sebuah Media Dakwah Kampus yang kemudian kita integrasikan dengan kebutuhan dan dikatakan berhasil:<br />
1.Harus mengikuti pendekatan jurnalistik yang serius<br />
2.Berisikan kejadian-kejadian yang bernilai berita bagi obyek dakwah<br />
3.Harus menjadi wadah bagi syiar Islam dan ekspresi mahasiswa muslim.<br />
4.Haruslah mampu menjadi pers yang diperlukan oleh lingkungan<br />
5.Harus dapat memenuhi fungsinya sebagai media komunikasi.<br />
Tiga sisi yang harus dibangun dalam Jurnalisme Islami :<br />
1.Wawasan keislaman yang luas.<br />
2.Ketrampilan penulisan yang bagus.<br />
3.Integritas pribadi yang tinggi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=106&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/menajamkan-peran-pers-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fa352d4ddf6e3e4b6fa1b9358073b6aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Organisasi Redaksi</title>
		<link>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/organisasi-redaksi/</link>
		<comments>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/organisasi-redaksi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 07:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Mengelola Majalah Kampus pada dasarnya sama dengan mengelola media cetak lain. Demikian juga soal job descriptions-nya. Ada dua bagian besar sebuah penerbitan pers atau media massa: Bagian Redaksi (Editor Department) dan Bagian Pemasaran atau Bagian Usaha (Business Department). 1. Pemimpin Umum (General Manager) Ia bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=103&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengelola Majalah Kampus pada dasarnya sama dengan mengelola media cetak lain. Demikian juga soal job descriptions-nya. Ada dua bagian besar sebuah penerbitan pers atau media massa: Bagian Redaksi (Editor Department) dan Bagian Pemasaran atau Bagian Usaha (Business Department).<br />
1. Pemimpin Umum (General Manager)<br />
Ia bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya terhadap hukum kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional) dan kepada Pemimpin Usaha sepanjang menyangkut pengusahaan penerbitan.<br />
2. Pemimpin Redaksi<br />
Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya. Di suratkabar mana pun, Pemimpin Redaksi menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan redaksional. Ia bertindak sebagai jenderal atau komandan yang perintah atau kebijakannya harus dipatuhi bawahannya. Kewenangan itu dimiliki katena ia harus bertanggung jawab jika pemberitaan medianya digugat pihak lain.<br />
Pemimpin Redaksi juga bertanggung jawab atas penulisan dan isi Tajukrencana (Editorial) yang merupakan opini redaksi (Desk opinion). Jika Pemred berhalangan menulisnya, lazim pula tajuk dibuat oleh Redaktur Pelaksana, salah seorang anggota Dewan Redaksi, salah seorang Redaktur, bahkan seorang Reporter atau siapa pun dengan seizin dan sepengetahuan Pemimpin Redaksi yang mampu menulisnya dengan menyuarakan pendapat korannya mengenai suatu masalah aktual.<br />
3. Dewan Redaksi<br />
Dewan Redaksi biasanya beranggotakan Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan Wakilnya, Redaktur Pelaksana, dan orang-orang yang dipandang kompeten menjadi penasihat bagian redaksi. Dewan Redaksi bertugas memberi masukan kepada jajaran redaksi dalam melaksanakan pekerjaan redaksional. Dewan Redaksi pula yang mengatasi permasalahan penting redaksional, misalnya menyangkut berita yang sangat sensitif atau sesuai-tidaknya berita yang dibuat tersebut dengan visi dan misi penerbitan yang sudah disepakati.<br />
4. Redaktur Pelaksana<br />
Di bawah Pemred biasanya ada Redaktur Pelaksana (Managing Editor). Tanggung jawabnya hampir sama dengan Pemred/Wapemred, namun lebih bersifat teknis. Dialah yang memimpin langsung aktivitas peliputan dan pembuatan berita oleh para reporter dan editor.<br />
5. Redaktur<br />
Redaktur (editor) sebuah penerbitan pers biasanya lebih dari satu. Tugas utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan. Di internal redaksi, mereka disebut Redaktur Desk (Desk Editor), Redaktur Bidang, atau Redaktur Halaman karena bertanggung jawab penuh atas isi rubrik tertentu dan editingnya. Seorang redaktur biasanya menangani satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olahraga, dsb. Karena itu ia dikenal pula dengan sebutan Jabrik atau penanggung jawab rubrik.<br />
6. Redaktur Pracetak<br />
Setingkat dengan Redaktur/Editor adalah Redaktur Pracetak atau Redaktur Artistik. Ia bertanggung jawab menangani Naskah Siap Cetak (All In Hand/All Up) dari para redaktur, yaitu semua naskah berita yang sudah diturunkan ke percetakan dan sudah diset bersih, desain cover dan perwajahan (tataletak, lay out, artistik), dan hal-ihwal sebelum koran dicetak.<br />
Bagian lain di yang berada di bawah koordinasi Redaktur Pracetak adalah Setter atau juruketik naskah. Ia bertugas mengetik naskah yang akan dimuat. Ada pula Korektor yang bertugas mengoreksi (membetulkan) kesalahan ketik pada naskah yang siap cetak.<br />
7. Reporter<br />
Di bawah para editor adalah para Reporter. Mereka merupakan prajurit di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.<br />
8. Fotografer<br />
Fotografer (wartawan foto atau jurupotret) tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis. Ia merupakan mitra kerja yang setaraf dengan wartawan tulisa (reporter).<br />
Jika tugas wartawan tulis menghasilkan karya jurnalistik berupa tulisan berita, opini, atau feature, maka fotografer menghasilkan Foto Jurnalistik (Journalistic Photography, Photographic Communications). Fotografer menyampaikan informasi atau pesan melalui gambar yang ia potret. Fungsi foto jurnalistik antara lain menginformasikan (to inform), meyakinkan (to persuade), dan menghibur (to entertain).<br />
9. Koresponden<br />
Selain reporter, media massa biasanya memiliki pula Koresponden (correspondent) atau wartawan daerah, yaitu wartawan yang ditempatkan di negara lain atau di kota lain (daerah), di luar wilayah di mana media massanya berpusat.<br />
10. Kontributor<br />
Kontributur atau penyumbang naskah/tulisan secara struktural tidak tercantum dalam struktur organisasi redaksi. Ia terlibat di bagian redaksi secara fungsional. Termasuk kontributor adalah para penulis artikel, kolomnis, dan karikaturis. Para sastrawan juga menjadi kontributor ketika mereka mengirimkan karya sastranya (puisi, cerpen, esei) ke sebuah media massa.<br />
Wartawan Lepas (Freelance Journalist) juga termasuk kontributor. Wartawan Lepas adalah wartawan yang tidak terikat pada media massa tertentu, sehingga bebas mengirimkan berita untuk dimuat di media mana saja, dan menerima honorarium atas tulisannya yang dimuat.<br />
Termasuk kontributor adalah Wartawan Pembantu (Stringer). Ia bekerja untuk sebuah perusahaan pers, namun tidak menjadi karyawan tetap perusahaan tersebut. Ia menerima honorarium atas tulisan yang dikirim atau dimuat.<br />
11. Bidang Pendukung Redaksi<br />
Bagian yang tak kalah pentingnya untuk membantu kelancaran kerja redaksi adalah bagian Perpustakaan dan Dokumentasi serta bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang). Litbang memantau perkembangan sebuah penerbitan, survei pembaca, dan memberikan masukan-masukan bagi pengembangan redaksional dan bagian lainnya, termasuk pembinaan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia<br />
12. Bagian Usaha (Business Department)<br />
Bertugas menyebarluaskan media massa, yakni melakukan pemasaran (marketing) atau penjualan (saling) media massa. Bagian ini merupakan sisi komersial meliputi sirkulasi/distribusi, iklan, dan promosi.<br />
Penajaman Pers Islam<br />
Harus diingat bahwa dakwah Islam harus dikerjakan secara profesional. Betul, karena jika dakwah tidak dilakukan dengan profesional, akan terbuktilah ucapan Imam Ali ibn Abi Thalib, Al-Haqq bi la nidzam yaghlibuhu al-bathil bi al-nidzamâ, kebenaran yang tidak di-manage secara profesional akan dihancurkan oleh kebatilan yang di-manage secara profesional. Inti profesionalisme ada tiga, yaitu: (1) kafaâ’ah, maksudnya cakap atau ahli dalam profesi yang dilakukan; (2) himmatul-’amal, adalah memiliki semangat atau etos kerja yang tinggi; dan (3) amanah, yakni bertanggung jawab dan terpercaya dalam menjalankan setiap tugas atau kewajibannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=103&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/organisasi-redaksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fa352d4ddf6e3e4b6fa1b9358073b6aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Redaksi</title>
		<link>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/manajemen-redaksi/</link>
		<comments>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/manajemen-redaksi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 07:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/manajemen-redaksi/</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita hendak menerbitkan sebuah media, misalnya buletin atau majalah, tentukan dulu lembaga penerbitnya, jajaran redaksi, dan alamat jelasnya. Jangan sampai jadi media gelap. Setelah itu, lakukanlah tahap-tahap berikut: 1.Menyusun Visi dan Misi. Biasanya, secara redaksional dituangkan dalam moto. Secara ringkas, visi menjawab pertanyaan mengapa media itu harus diterbitkan, untuk alasan apa, dan idealisme apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=101&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kita hendak menerbitkan sebuah media, misalnya buletin atau majalah, tentukan dulu lembaga penerbitnya, jajaran redaksi, dan alamat jelasnya. Jangan sampai jadi media gelap. Setelah itu, lakukanlah tahap-tahap berikut:<br />
1.Menyusun Visi dan Misi. Biasanya, secara redaksional dituangkan dalam moto. Secara ringkas, visi menjawab pertanyaan mengapa media itu harus diterbitkan, untuk alasan apa, dan idealisme apa yang melatarbelakanginya. Sedangkan misi merupakan target, sasaran, atau tugas yang diemban oleh media tersebut.<br />
2.Menentukan nama media (nameplate), sesuai dengan visi dan misi.<br />
3.Menentukan rubrikasi dan kriteria berita/tulisan yang akan dimuat atau kebijakan redaksi (editorial policy).<br />
4.Menyusun organisasi redaksi dan pemasaran/distribusi. SDM yang dilibatkan/direkrut mestilah mereka yang mengerti jurnalistik dan bisnis media massa. Untuk buletin, minimal ada pemimpin redaksi dan redaktur, serta bagian distribusi dan iklan.<br />
5.Pemred tugasnya memimpin rapat redaksi dan mengatur pembagian tugas plus pengawasannya. Ia juga bertanggung jawab secara hukum atas isi buletin. Redaktur tugasnya mengedit (termasuk seleksi dan penulisan) naskah. Misalnya, Redaktur 1 menangani halaman satu (laporan utama); redaktur 2 menangani berita warga; redaktur 3 menangani berita-berita internal dkm, dst.<br />
6.Buatlah jadwal kerja, mulai dari rapat redaksi hingga cetak. Ikuti alur kerja berikut: News Planning (rapat redaksi, membahas rencana isi buletin, misalnya tiap tanggal 1 sekaligus evaluasi edisi sebelumnya); News Hunting (pengumpulan data atau bahan-bahan tulisan, bisa melalui wawancara atau studi literatur), News Writing (pengolahan bahan tulisan menjadi tulisan alias menulis naskah), News Editing (penyuntingan naskah, koreksi, dan penyesuaian naskah dengan space/kolom yang tersedia), lalu masuk ke Graphic Design (layout, artistik, ilustrasi), dan masuk ke percetakan deh (Printing).<br />
7.Dengan alur kerja itu, dijamin kuliah tidak terganggu. Tentukan saja jadwal, misalnya rapat redaksi tiap tanggal 1, deadline tanggal 20, layout tgl 21-22, masuk percetakan tanggal 23-24, beres deh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=101&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/manajemen-redaksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fa352d4ddf6e3e4b6fa1b9358073b6aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERAN PENTING JURNALISTIK DALAM DAKWAH</title>
		<link>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/peran-penting-jurnalistik-dalam-dakwah/</link>
		<comments>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/peran-penting-jurnalistik-dalam-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 06:56:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Jurnalistik Islami adalah upaya da’wah Islamiyah juga. Karena jurnalistik Islami bermisi ‘amar ma’ruf nahyi munkar, maka ciri khasnya adalah menyebarluaskan informasi tentang perintah dan larangan Allah SWT. Ia berpesan (memberikan message) dan berusaha keras untuk mempengaruhi komunikan (khalayak, massa) agar berperilaku sesuai dengan ajaran Islam. Setidaknya ada lima peran media dakwah, baik di lingkungan kampus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=98&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jurnalistik Islami adalah upaya da’wah Islamiyah juga. Karena jurnalistik Islami bermisi ‘amar ma’ruf nahyi munkar, maka ciri khasnya adalah menyebarluaskan informasi tentang perintah dan larangan Allah SWT. Ia berpesan (memberikan message) dan berusaha keras untuk mempengaruhi komunikan (khalayak, massa) agar berperilaku sesuai dengan ajaran Islam.<br />
Setidaknya ada lima peran media dakwah, baik di lingkungan kampus maupun nonkampus atau keduanya:<br />
1. Sebagai Pendidik (Muaddib), yaitu melaksanakan fungsi edukasi yang Islami. Ia harus lebih menguasai ajaran Islam daru rata-rata khalayak pembaca. Lewat media massa, ia mendidik umat Islam agar melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Ia memikul tugas mulia untuk mencegah umat Islam dari berperilaku yang menyimpang dari syariat Islam, juga melindungi umat dari pengaruh buruk media massa non-Islami yang anti-Islam.<br />
2. Sebagai Pelurus Informasi (Musaddid). Setidaknya ada tiga hal yang harus diluruskan oleh para jurnalis Muslim. Pertama, informasi tentang ajaran dan umat Islam. Kedua, informasi tentang karya-karya atau prestasi umat Islam. Ketiga, lebih dari itu jurnalis Muslim dituntut mampu menggali –melakukan investigative reporting– tentang kondisi umat Islam di berbagai penjuru dunia. Peran Musaddid terasa relevansi dan urgensinya mengingat informasi tentang Islam dan umatnya yang datang dari pers Barat biasanya biased (menyimpang, berat sebelah) dan distorsif, manipulatif, alias penuh rekayasa untuk memojokkan Islam yang tidak disukainya. Di sini, jurnalis Muslim dituntut berusaha mengikis fobi Islam (Islamophobia) yang merupakan produk propaganda pers Barat yang anti-Islam.<br />
3. Sebagai Pembaharu (Mujaddid), yakni penyebar paham pembaharuan akan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam (reformisme Islam). Jurnalis Muslim hendaknya menjadi “jurubicara” para pembaharu, yang menyerukan umat Islam memegang teguh al-Quran dan as-Sunnah, memurnikan pemahaman tentang Islam dan pengamalannya (membersihkannya dari bid’ah, khurafat, tahayul, dan isme-isme asing non-Islami), dan menerapkannya dalam segala aspek kehidupan umat.<br />
4. Sebagai Pemersatu (Muwahid), yaitu harus mampu menjadi jembatan yang mempersatukan umat Islam. Oleh karena itu, kode etik jurnalistik yang berupa impartiality (tidak memihak pada golongan tertentu dan menyajikan dua sisi dari setiap informasi [cover both side] harus ditegakkan. Jurnalis Muslim harus membuang jauh-jauh sikap sektarian yang baik secara ideal maupun komersial tidaklah menguntungkan (Jalaluddin Rakhmat dalam Rusjdi Hamka &amp; Rafiq, 1989).<br />
5.Sebagai Pejuang (Mujahid), yaitu pejuang-pembela Islam. Melaui media massa, jurnalis Muslim berusaha keras membentuk pendapat umum yang mendorong penegakkan nilai-nilai Islam, menyemarakkan syiar Islam, mempromosikan citra Islam yang positif dan rahmatan lil’alamin, serta menanamkan ruhul jihad di kalangan umat.<br />
Konsep Jurnalisme Islami<br />
Menulis itu gampang, anak TK pun bisa menulis dengan bimbingan gurunya. Tapi menulis untuk tujuan tertentu (dakwah misalnya), tidak bisa hanya mengandalkan bakat alami, karena ada konvensi-konvensi tertentu dalam sistem pemahaman (understanding) yang mesti dipelajari secara seksama agar orang lain mampu memahami isi sebuah tulisan sesuai dengan maksud penulis. Dengan demikian jelas Jurnalisme Islami memerlukan teknik ketrampilan komunikasi tulis yang baik sehingga mampu membawa nilai-nilai Islami berupa hikmah dan mau’idhah hasanah ke dalam tulisannya yang luwes, akurat, singkat padat, dan proporsional.<br />
Integritas Jurnalis Islami tergambar pada kepribadiannya yang taqwa, kritis, kreatif, inovatif, dan responsif. Ia akan senantiasa memelihara diri, jernih pikiran, bersih hati, dan kokoh jiwanya. Jika semuanya terintegrasi secara berkesinambungan akan membentuk ketajaman akal budi. Dengan itu ia akan mampu membaca prioritas dakwah di berbagai lapangan, mengerti kondisi masyarakat (obyek sasaran) dari berbagai aspek, memberi analisis pemecahan berbagai persoalan dengan tepat, dan memahami sejauh mana tingkat efektifitas dakwahnya. Melalui tulisan ia takkan menyeru masyarakat naik haji di saat krisis ekonomi, ia takkan menyampaikan masalah daulah sementara mereka buta hukum-hukum Islam.<br />
Ketajaman akal budi penting dalam dakwah melalui tulisan, karena pesan dakwah yang disampaikan Jurnalis Islami lebih besar pengaruh kognitif daripada afektif dan motoriknya. Misalnya penjelasan tentang muhasabah –diharapkan minimal– membuat orang lain tahu (kognitif) tentang apa dan bagaimana sih muhasabah itu. Syukur-syukur bila berpengaruh pada afektif dan motoriknya. Karena itulah salah satu sarat penting Jurnalis Islami harus banyak baca.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=98&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/peran-penting-jurnalistik-dalam-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fa352d4ddf6e3e4b6fa1b9358073b6aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memperskan Islam</title>
		<link>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/memperskan-islam/</link>
		<comments>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/memperskan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 06:35:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Karena pers demikian berpengaruh, tak heran sejumlah ulama juga berdakwah Islam melalui pers. Misalnya, Syekh Muhyiddin al-Khayyath (1875-1889) penulis Durusut-Tarikh al-Islami, adalah ulama yang juga wartawan. Ia menjadi redaksi surat kabar terkemuka di Beirut, al-Iqbal dan al-Ittihad al-Utsmani. Syekh Yusuf al-Asir ash-Shaidawi asy-Syafii (1815-1889), guru al-Khayyath, juga ulama sekaligus wartawan. Demikian pula Syekh Musthafa al-Ghulayaini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=95&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena pers demikian berpengaruh, tak heran sejumlah ulama juga berdakwah Islam melalui pers. Misalnya, Syekh Muhyiddin al-Khayyath (1875-1889) penulis <em>Durusut-Tarikh al-Islami</em>,<em> </em>adalah ulama yang juga wartawan. Ia menjadi redaksi surat kabar terkemuka di Beirut, <em>al-Iqbal </em>dan <em>al-Ittihad al-Utsmani. </em>Syekh Yusuf al-Asir ash-Shaidawi asy-Syafii (1815-1889), guru al-Khayyath, juga ulama sekaligus wartawan. Demikian pula Syekh Musthafa al-Ghulayaini (1886-1945) penulis <em>Izhzhatun-Nasyi’in,</em> Ulama sekaligus wartawan. Ia penerbit <em>Majalah Nibras.</em></p>
<p>Tokoh-tokoh modernis seperti Syaikh Jamaluddin al-Afghani (1838-1897) dan Syaikh Muhammad Abduh (1849-1905) menebarkan ide-idenya lewat majalah <em>al-Urwatul-Wutsqa, </em>Sayid Muhammad Rasyid Ridla (1865-1935) dengan majalah <em>al-Manar, </em>Syaikh Muhammad ibn Salim al-Kalali dan Syaikh Muhammad Thaher ibn Muhammad Jalaluddin al-Azhari mendirikan majalah <em>al-Imam</em> pada 1906 di Singapura. Tokoh terakhir ini bersama Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau juga mendirikan majalah <em>al-Munir </em>pada 1911.</p>
<p>KH Machfudz Shiddiq (1907-1944), Ketua Umum PB NU, ulama sekaligus wartawan. Ia aktif menulis di <em>Soeara NO </em>hingga menjadi pemimpin redaksinya. Ketika <em>Soeara NO </em>berubah menjadi koran <em>Berita NO</em>, ia juga terlibat aktif di dalamnya. Dan KH A. Wahid Hasyim (1914-1953), Menteri Agama dan Ketua Umum PB NU, ulama sekaligus wartawan, pemimpin redaksi <em>Suluh NU, </em>dan kolumnis di berbagai media.</p>
<p>Prof Dr KH HAMKA (1908-1981), ketua MUI pertama dan anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ulama sekaligus jurnalis dan sastrawan terkemuka. Ia menulis di majalah <em>Khatib al-Ummah, </em>pemimpin redaksi <em>Tabligh Muhammadiyah, Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat,</em> dan <em>Gema Islam.</em></p>
<p>Prof KH Saifuddin Zuhri (1919-1986), Menteri Agama dan Sekjen PB NU, ulama sekaligus wartawan. Pertama-tama menjadi koresponden surat kabar <em>Pemandangan </em>dan <em>Darmokondo, </em>membantu kantor berita Antara, rajin menulis di <em>Berita Nahdlatoel Oelama, Soeloeh Nahdlatoel Oelama, Soeara Ansor, </em>surat kabar <em>Hong Po, </em>mingguan <em>Pesat, Politik, Penggugah, </em>dan lain-lain, sampai menjadi Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi surat kabar <em>Duta Masyarakat</em>.</p>
<p>Selain banyak ulama yang sekaligus wartawan, banyak pula ulama yang berdakwah dan menulis hal-hal keagamaan di media massa, seperti KH A. Wahid Hasyim, Mohammad Natsir, Prof KH Saifuddin Zuhri, Prof Dr KH HAMKA, KH Abdurrahman Wahid, DR KH M.A. Sahal Mahfudh, KH A. Mustofa Bisri, KH Abdul Muchit Muzadi, dan KH Salahuddin Wahid. Sedang ulama yang menulis di majalah pesantrennya adalah KH Abdullah Faqih Langitan, Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf Pasuruan, KH Zuhri Zaini Probolinggo, dan lain lain.</p>
<p>Sejumlah pesantren memang menyadari besarnya pengaruh pers sebagai sarana dakwah, sehingga menerbitkan media massa. Misalnya, PP Tebuireng Jombang menerbitkan majalah <em>Tebuireng, </em>PP Sidogiri Pasuruan menerbitkan <em>Buletin SIDOGIRI, </em>PP Lirboyo Kediri menerbitkan majalah <em>Misykat, </em>PP Sunniyah Salafiyah Pasuruan menerbitkan majalah <em>Cahaya Nabawiy, </em>PP Gontor Ponorogo menerbitkan majalah <em>Gontor, </em>dan PP Nurul Jadid Probolinggo menerbitkan majalah <em>Alfikr</em>.</p>
<p>Semakin tahun rasanya pers Islam memang semakin semarak. Selain harian <em>Republika </em>yang diterbitkan ICMI dan majalah <em>Risalah </em>dan<em> Aula </em>yang diterbitkan NU, ada majalah <em>Hidayah, Suara</em> <em>Hidayatullah,</em> <em>Alkisah, Sabili, Cahaya Sufi, Almihrab, </em>dsb. Ditambah lagi dengan munculnya majalah-majalah pesantren.</p>
<p>Perkembangan ini patut didukung. Tetapi juga tak bisa dipungkiri masih banyak ulama dan pesantren yang tak tertarik memanfaatkan pers sebagai media dakwah. Berdasar data Departemen Agama tahun 2005, terdapat 14.656 pesantren di Indonesia. Dari jumlah itu, tampaknya tak sampai 20 persen pesantren yang menerbitkan majalah. Dan kalau diperkirakan jumlah ulama Indonesia sebanyak 10 juta, tampaknya tak sampai 10 persen yang berdakwah lewat media.</p>
<p>Bill Kovich, wartawan terkemuka Amerika, sering mengatakan, “Kalau ada satu hal di luar agama yang berguna buat kehidupan orang banyak, itu adalah jurnalisme.” Nah, bagaimana kalau agama dan jurnalisme digabungkan, dengan memperbanyak dan memperkuat pers Islam? Tentu akan semakin besar manfaatnya bagi orang banyak.</p>
<p>Sumber:</p>
<p>1.             <a href="http://andreasharsono.blogspot.com/2005/11/forum-freedom-kebebasan-pers.html">andreasharsono.blogspot.com</a></p>
<p>2.             Baharun, SH., MA, Drs. H.M. 1999. <em>Wawasan Jurnalistik Global. </em>Surabaya:                        Bina Ilmu.</p>
<p>3.             Bashri, Yanto &amp; Retno Suffatni (<em>ed.</em>). 2004. <em>Sejarah Tokoh Bangsa. </em>Yogyakarta: Pustaka Tokoh Bangsa.</p>
<p>4.             <em>Buletin SIDOGIRI, </em>edisi 001/Sya’ban-Ramadhan 1426</p>
<p>5.             Fadeli, H Soeleiman &amp; Mohammad Subhan. 2007. <em>Antologi NU: Sejarah-                            Istilah-Amaliah-Uswah. </em>Surabaya: Khalista.</p>
<p>6.             Lembaga Penelitian dan Studi Islam. 1999. <em>Guruku di Pesantren. </em>Pasuruan:                         LPSI Pondok Pesantren Sidogiri.</p>
<p>*) <em>Penulis adalah Kepala Perpustakaan Pondok Pesantren Sidogiri dan Staf Pengajar Sejarah di Madrasah Miftahul Ulum tingkat Tsanawiyah Pondok Pesantren Sidogiri. </em><em>Tulisan ini dimuat di Buletin Sidogiri Edisi 37/TahunIV/Rabiul Awal 1430 H.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=95&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/memperskan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fa352d4ddf6e3e4b6fa1b9358073b6aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengislamkan Pers</title>
		<link>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/mengislamkan-pers/</link>
		<comments>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/mengislamkan-pers/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 06:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Dengan pengaruh yang sedemikian, pers layak diperhitungkan sebagai media dakwah keagamaan. Namun, yang menjadi kendala, tak semua media pers dapat dan mau diajak bekerjasama menyampaikan dakwah. Dalam hal ini, ada dua macam pers: (1) pers Islam, dan (2) pers umum. Apakah sebenarnya pers Islam itu? Drs. H.M. Baharun, SH., MA. dalam Wawasan Jurnalistik Global (1999) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=91&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan pengaruh yang sedemikian, pers layak diperhitungkan sebagai media dakwah keagamaan. Namun, yang menjadi kendala, tak semua media pers dapat dan mau diajak bekerjasama menyampaikan dakwah. Dalam hal ini, ada dua macam pers: (1) pers Islam, dan (2) pers umum.</p>
<p>Apakah sebenarnya pers Islam itu? Drs. H.M. Baharun, SH., MA. dalam <em>Wawasan Jurnalistik Global </em>(1999<em>)</em> menjelaskan, “Muktamar Mass Media Islam Sedunia I (September, 1990, di Jakarta) telah berusaha merumuskan kriteria Pers Islam. Disebut-sebut, bahwa yang dikategorikan sebagai Wartawan Muslim itu, sudah jelas adalah seorang Muslim yang menulis dari sudut pandang Islam. Menyampaikan dan menganjurkan pesan (missi) Islam dan membelanya dengan ide dan gagasan <em>akidah</em> Islamiyyah.</p>
<p>“Selanjutnya ditetapkan, bahwa yang disebut sebagai Pers Islam itu, ialah segala liputan dan tulisan lainnya yang senantiasa mendasarkan pemberitaannya atas kebenaran Islam dengan cara dan metode yang diatur agama Islam, yakni <em>bi al-mauizhah al-hasanah </em>(pendekatan yang baik). Hingga memungkinkan terjalinnya pengertian pembaca terhadap Islam. Dengan kata lain, Pers Islam itu harus selaras dengan tuntunan Islam itu sendiri. Bukan sebaliknya, Pers Islam di luar metode dan aturan Islam.”</p>
<p>Dalam kenyataannya, pers umum lebih banyak daripada pers Islam. Bahkan telah umum diketahui bahwa pers dunia banyak dikuasai orang-orang Yahudi. Maka, tak heran bila dakwah dan perkembangan keagamaan Islam tak banyak mendapat perhatian dari kebanyakan media. Kalaupun ada liputan keagamaan, isinya belum tentu sesuai dengan harapan Muktamar Mass Media Islam Sedunia I di atas. Bahkan tak jarang malah menyudutkan Islam, sebagaimana liputan runtuhnya WTC dan kartun nabi.</p>
<p>Mengapa tak semua pers tertarik mengusung atau menyelipkan dakwah Islam? Barangkali dua hal menjadi faktor utama. <em>Pertama, </em>kurangnya <em>ghirah </em>keislaman di kalangan pemilik dan pengelola pers. Hal ini bisa disebabkan kurangnya pemahaman agama, bisa juga karena ketidakpedulian terhadap masalah keagamaan. <em>Kedua, </em>pertimbangan pemasaran, dimana tampilan yang islami dianggap hanya menarik sebagian kecil pembaca.</p>
<p>Kalau saja pers umum Indonesia menyadari pentingnya menyelipkan dakwah Islam yang <em>rahmatan lil-alamin </em>dan pers Islam lebih banyak dan lebih inovatif, tentu kehidupan kebangsaan dan keberagamaan di tanah air akan lebih baik dan lebih rukun.</p>
<p>Dalam hal ini, menarik ungkapan KH A. Mustofa Bisri—ulama yang juga dewan redaksi/penasehat berbagai media—bahwa dalam berdakwah dengan media perlu dibedakan antara dakwah dan amar makruf nahi munkar. “Dakwah itu ‘ngajak. Jadi ada suatu nuansa bujukan—dalam tanda kutip—karena ‘ngajak. Karena itu harus ada hikmah, ada kearifan, ada kebijaksanaan…. Berbeda dengan amar makruf nahi munkar. Amar makruf nahi munkar itu untuk kalangan sendiri yang sudah masuk ke <em>‘sabili rabbi’.</em> Jadi ada dua kelompok. Yang satu sudah masuk dalam jalan Allah, yang satu belum di jalan Allah. Yang belum di jalan Allah, ini diajak. Yang sudah, di-amar makruf nahi munkar. Pengertian menurut saya begitu. Karena ayatnya beda-beda.”  (<em>Buletin SIDOGIRI, </em>001/Sya’ban-Ramadhan 1426)</p>
<p>Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) telah membuat Sepuluh Pedoman Penulisan Bidang Agama pada 23 Desember 1979, sebagai pegangan moral bagi wartawan Indonesia. Wartawan dituntut memahami pedoman ini dengan kesadaran bahwa agama mempunyai peranan positif dan penting dalam pembangunan negara dan dalam pembinaan akhlak bangsa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=91&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/mengislamkan-pers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fa352d4ddf6e3e4b6fa1b9358073b6aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGISLAMKAN PERS DAN MEMPERSKAN ISLAM</title>
		<link>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/mengislamkan-pers-dan-memperskan-islam/</link>
		<comments>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/mengislamkan-pers-dan-memperskan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 06:24:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[TOPIK: KARANGAN KHAS Oleh : Syamsu-l Arifyn Munawwir * Pers telah menjelma salah satu kekuatan paling berpengaruh di dunia. Pers dapat mengarahkan opini publik terhadap suatu isu. Dengan pengaruhnya itu, pers dapat menjadi media dakwah agama yang berpengaruh luas. Atau setidaknya, mendukung perkembangan keagamaan. Namun di sisi lain, pers juga dapat menghambat perkembangan keagamaan. Banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=88&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">
TOPIK: KARANGAN KHAS</p>
<p>Oleh : Syamsu-l Arifyn Munawwir *</p>
<p>Pers telah menjelma salah satu kekuatan paling berpengaruh di dunia. Pers dapat mengarahkan opini publik terhadap suatu isu. Dengan pengaruhnya itu, pers dapat menjadi media dakwah agama yang berpengaruh luas. Atau setidaknya, mendukung perkembangan keagamaan. Namun di sisi lain, pers juga dapat menghambat perkembangan keagamaan.</p>
<p>Banyak contoh betapa pers begitu berpengaruh. Pemberitaan bias tentang runtuhnya WTC di AS pada 11 September 2001 membuat banyak orang Barat mengidentikkan orang Muslim dengan teroris; pemuatan karikatur Nabi Muhammad r di koran Denmark <em>Jylland Posten </em>menyulut demo anarkis di berbagai belahan dunia;<em> </em>pemberitaan tuntutan pembubaran Ahmadiyah menimbulkan pro-kontra yang luas di Indonesia; dan liputan serangan membabi buta Israel ke Gaza Palestina menimbulkan simpati pada Palestina dari berbagai agama dan bangsa.v</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=88&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/mengislamkan-pers-dan-memperskan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fa352d4ddf6e3e4b6fa1b9358073b6aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karakter jurnalis islam dan jurnalis muslim</title>
		<link>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/karakter-jurnalis-islam-dan-jurnalis-muslim/</link>
		<comments>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/karakter-jurnalis-islam-dan-jurnalis-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 06:21:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Jurnalistik Islami merupakan salah satu jawaban terhadap berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam. Kita harus berupaya menjadikan jurnalistik Islami sebagai &#8220;ideologi&#8221; para jurnalis Muslim. “Ideologi” jurnalistik Islam akan mendorong munculnya ghirah, semangat, membela kepentingan Islam dan umatnya, juga menyosialisasikan nilai-nilai Islam, sekaligus meng-counter dan mem-filter derasnya arus informasi jahili dari kaum anti-Islam. Jurnalistik Islami dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=85&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jurnalistik Islami merupakan salah satu jawaban terhadap berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam. Kita harus berupaya menjadikan jurnalistik Islami sebagai &#8220;ideologi&#8221; para jurnalis Muslim. “Ideologi” jurnalistik Islam akan mendorong munculnya ghirah, semangat, membela kepentingan Islam dan umatnya, juga menyosialisasikan nilai-nilai Islam, sekaligus meng-counter dan mem-filter derasnya arus informasi jahili dari kaum anti-Islam.<br />
Jurnalistik Islami dapat dimaknakan sebagai “suatu proses meliput, mengolah, dan menyebarluaskan berbagai peristiwa dengan muatan nilai-nilai Islam, khususnya yang menyangkut agama dan umat Islam kepada khalayak, serta berbagai pandangan dengan perspektif ajaran Islam”. Dapat juga jurnalistik Islam dimaknakan sebagai “proses pemberitaan atau pelaporan tentang berbagai hal yang sarat dengan muatan dan sosialisasi nilai- nilai Islam”.<br />
Jurnalistik Islami bisa dikatakan sebagai crusade journalism, yaitu jurnalistik yang memperjuangkan nilai-nilai tertentu, yakni nilai-nilai Islam. Jurnalistik Islami mengemban misi ‘amar ma&#8217;ruf nahyi munkar (Q.S. 3:104). Jadi, jurnalistik Islami adalah upaya dakwah Islamiyah juga. Karena jurnalistik Islami bermisi ‘amar ma’ruf nahyi munkar, maka ciri khas jurnalistik Islami adalah menyebarluaskan informasi tentang perintah dan larangan Allah SWT. Ia berpesan (memberikan message) dan berusaha keras untuk mempengaruhi komunikan/khalayak, agar berperilaku sesuai dengan ajaran Islam.<br />
Jurnalistik Islami tentu saja menghindari gambar-gambar ataupun ungkapan-ungkapan pornografis, menjauh­kan promosi kemaksiatan, atau hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam, seperti fitnah, pemutarbalikkan fakta, berita bohong, mendukung kemunkaran, dan sebagainya. Jurnalistik Islami harus mampu mempengaruhi khalayak agar menjauhi kemaksiatan, perilaku destruktif, dan menawarkan solusi Islami atas setiap masalah.<br />
Karena jurnalistik Islami adalah jurnalistik dakwah, setiap jurnalis (wartawan) Muslim berkewajiban menjadikan jurnalistik Islami sebagai “ideologi” dalam profesinya. Baik jurnalis Muslim yang bekerja pada media massa umum maupun &#8211;apalagi&#8211; pada media massa Islam. Karena dakwah memang merupakan kewajiban melekat dalam diri setiap Muslim.<br />
Jurnalis Muslim adalah sosok jurudakwah (da’i) di bidang pers, yakni mengemban da’wah bil qolam (dakwah melalui tulisan). Ia adalah jurnalis yang terikat dengan nilai-nilai, norma, dan etika Islam. Karena jurudakwah menebarkan kebenaran Ilahi, maka jurnalis Muslim laksana “penyambung lidah” para nabi dan ulama. Karena itu, ia pun dituntut memiliki sifat-sifat kenabian, seperti Shidiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah.<br />
Shidiq artinya benar, yakni menginformasikan yang benar saja dan membela serta menegakkan kebenaran itu. Standar kebenarannya tentu saja kesesuaian dengan ajaran Islam (al-Quran dan as-Sunnah). Amanah artinya terpercaya, dapat dipercaya, karenanya tidak boleh berdusta, memanipulasi atau mendistorsi fakta, dan sebagainya.Tabligh artinya menyampaikan, yakni menginformasikan kebenaran, tidak menyembunyikannya. Sedangkan fathonah artinya cerdas dan berwawasan luas. Jurnalis Muslim dituntut mampu menganalisis dan membaca situasi, termasuk membaca apa yang diperlukan umat.<br />
Jurnalis Muslim bukan saja para wartawan yang bergama Islam dan comitted dengan ajaran agamanya, melainkan juga para cendekiawan Muslim, ulama, mubalig, dan umat Islam pada umumnya yang cakap menulis di media massa.<br />
Setidaknya ada lima peranan jurnalis Muslim, yaitu:<br />
1. Sebagai Pendidik (Muaddib), yaitu melaksanakan fungsi edukasi yang Islami. Ia harus lebih menguasai ajaran Islam daru rata-rata khalayak pembaca. Lewat media massa, ia mendidik umat Islam agar melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Ia memikul tugas mulia untuk mencegah umat Islam dari berperilaku yang menyimpang dari syariat Islam, juga melindungi umat dari pengaruh buruk media massa non-Islami yang anti-Islam.<br />
2. Sebagai Pelurus Informasi (Musaddid). Setidaknya ada tiga hal yang harus diluruskan oleh para jurnalis Muslim. Pertama, informasi tentang ajaran dan umat Islam. Kedua, informasi tentang karya-karya atau prestasi umat Islam. Ketiga, lebih dari itu jurnalis Muslim dituntut mampu menggali &#8211;melakukan investigative reporting&#8211; tentang kondisi umat Islam di berbagai penjuru dunia.<br />
Peran Musaddid terasa relevansi dan urgensinya mengingat informasi tentang Islam dan umatnya yang datang dari pers Barat biasanya biased (menyimpang, berat sebelah) dan distorsif, manipulatif, alias penuh rekayasa untuk memojokkan Islam yang tidak disukainya. Di sini, jurnalis Muslim dituntut berusaha mengikis fobi Islam (Islamophobia) yang merupakan produk propaganda pers Barat yang anti-Islam.<br />
3. Sebagai Pembaharu (Mujaddid), yakni penyebar paham pembaharuan akan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam (reformisme Islam). Jurnalis Muslim hendaknya menjadi “jurubicara” para pembaharu, yang menyerukan umat Islam memegang teguh al-Quran dan as-Sunnah, memurnikan pemahaman tentang Islam dan pengamalannya (membersihkannya dari bid’ah, khurafat, tahayul, dan isme-isme asing non-Islami), dan menerapkannya dalam segala aspek kehidupan umat.<br />
4. Sebagai Pemersatu (Muwahid), yaitu harus mampu menjadi jembatan yang mempersatukan umat Islam. Oleh karena itu, kode etik jurnalistik yang berupa impartiality (tidak memihak pada golongan tertentu dan menyajikan dua sisi dari setiap informasi atau both side information) harus ditegakkan. Jurnalis Muslim harus membuang jauh-jauh sikap sektarian yang –mengutip panangan pakar komunikasi Dr. Jalaluddin Rakhmat—“baik secara ideal maupun komersial tidaklah menguntungkan”.<br />
5. Sebagai Pejuang (Mujahid), yaitu pejuang-pembela Islam. Melalui media massa, jurnalis Muslim berusaha keras membentuk pendapat umum yang mendorong penegakkan nilai-nilai Islam, menyemarakkan syiar Islam, mempromosikan citra Islam yang positif dan rahmatan lil’alamin, serta menanamkan ruhul jihad di kalangan umat. Menurut Jalaluddin Rakhmat, peran kelima ini, yaitu sebagai Mujahid, sebenarnya “menyimpulkan keempat peran sebelumnya”. (<a href="http://www.romeltea.com%29.*/">www.romeltea.com).*</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com&amp;blog=7125323&amp;post=85&amp;subd=asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta.wordpress.com/2009/07/03/karakter-jurnalis-islam-dan-jurnalis-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fa352d4ddf6e3e4b6fa1b9358073b6aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asiaaudiovisualrb09trikahasdamareta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
